Dugaan Kejanggalan Di Semarang Zoo : Aktivis Denny LSM SOROTI, Koleksi Harimau Berkurang Drastis

DUGAAN adanya kejanggalan dalam pengelolaan koleksi satwa di SEMARANG ZOO kembali menjadi perhatian publik setelah beredar informasi mengenai penyusutan JUMLAH HARIMAU di lembaga konservasi tersebut.
Dari sebelumnya disebutkan berjumlah
10 EKOR, kini DIDUGA hanya tersisa 4 EKOR.
Informasi yang beredar luas di media sosial itu memicu pertanyaan mengenai keberadaan 6 EKOR HARIMAU lainnya serta transparansi tata kelola ASET SATWA yang dilindungi.

Isu ini pertama kali mencuat melalui unggahan sejumlah warganet yang menyoroti perubahan data JUMLAH SATWA tanpa adanya penjelasan resmi dari PENGELOLA.
Komentar publik kemudian meluas, sebagian mempertanyakan kemungkinan adanya pemindahan satwa, kerja sama konservasi, atau tindakan lain yang belum diumumkan secara terbuka. Hingga kini, pihak Semarang Zoo belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait DUGAAN penyusutan tersebut.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ), Semarang Zoo memiliki kewajiban untuk menjaga konservasi satwa sekaligus memastikan laporan pengelolaan disampaikan secara transparan kepada publik. DUGAAN hilangnya sejumlah satwa bernilai tinggi ini turut menyeret perhatian pengawasan DPRD Kota Semarang, terutama Komisi B yang membidangi Perekonomian dan BUMD.

Sejumlah pemerhati kebijakan publik menilai bahwa perubahan jumlah SATWA tanpa keterangan resmi merupakan isu serius yang perlu mendapat klarifikasi segera. Mereka menyebut masyarakat berhak mengetahui kondisi ASET DAERAH yang dikelola oleh BUMD. Transparansi dianggap penting untuk memastikan pengelolaan satwa dilakukan sesuai standar konservasi dan prinsip tata kelola yang baik.

Situasi ini muncul menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) seluruh BUMD Kota Semarang pada 11 Desember 2025.
Publik menunggu keputusan Wali Kota Semarang terkait penunjukan direksi baru, termasuk arah kebijakan pengelolaan BUMD dimasa mendatang.

Beberapa kalangan mempertanyakan apakah proses penunjukan tersebut nanti akan menempatkan profesionalisme sebagai pertimbangan utama. Seorang aktivis kebijakan publik menyampaikan, ” Warga Semarang ingin BUMD yang bekerja, bukan sekadar ada.
BUMD yang menambah PAD , bukan menambah masalah. “

Unggahan dari sebuah akun instagram bertema kritik kebijakan publik,
@DinasKegelapan_KotaSemarang, juga ikut memantik diskusi.
Dalam unggahan tersebut disebutkan DUGAAN penyusutan JUMLAH HARIMAU dan disertai pertanyaan mengenai proses pengelolaannya . Namun hingga kini, informasi tersebut belum dapat diverifikasi.

Sejumlah tuntutan masyarakat yang muncul dalam diskusi publik antara lain :

  • AUDIT terbuka terhadap Semarang Zoo
  • Penjelasan resmi mengenai keberadaan ENAM HARIMAU yang dilaporkan hilang
  • Penguatan fungsi pengawasan DPRD
  • profesionalisasi manajemen seluruh BUMD

Hingga berita ini diturunkan, Tim Media masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak Semarang Zoo maupun Pemerintah Kota Semarang. Pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai DUGAAN Penyusutan jumlah Harimau tersebut.

Denny

Berita Terkait